Kalau di pesantren2 imam baca surat yg pendek2 yg makmumnya juga biasanya apal.
Begitu juga khotbah Jumat, mayoritas masih tetap berbahasa Arab.
Alhamdu lillah Istiqomah sd sekarang.
Yang sedang ngetren itu di masjid di kota2, Imamnya seneng baca ayat/ surat yg panjang2, banyak yg diawali tanpa bismillah, ikut2an dg yang ada di Arabia Saudi.
Setahu saya itu dimulai semenjak maraknya Gerakan Wahabi Internasional masuk Indonesia mulai th 1980 an, diperkuat oleh HTI, PKS dan semacamnya.
Mereka didanai oleh Arab Saudi dan Diback up oleh majikannya Amerika dan Inggris.
Tahun 1985 resmi, Kerajaan Saudi menutup 2 madrasah Aswaja (Darul Ulum dan Sholatiyah) yg ada di Mekkah.
Saya banyak tahu krn saya tamat dari Ummul Quro univ. Mekah th 1986. Dan tentu saya juga banyak yg mengajak untuk bergabung.
Tapi alhamdu lillah saya tetap diistiqomahkan oleh Alloh swt untuk meneruskan jalannya npara pendahulu kita, khususnya Sn Gn Jati dg aswaja dan ilmu tasawuf sebagai ciri khasnya, sementara ilmu itu dianggap bidah, syirik dan kafir oleh Wahabi.


