• Jelajahi

    Copyright © Ibnu Sina
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Peluang memperoleh derajat kewalian.

    Catatan Pribadi
    11/07/25, Juli 11, 2025 WIB Last Updated 2025-07-10T19:09:17Z


     السلام عليكم و رحمة الله و بركاته ...

    Peluang memperoleh derajat kewalian.


    Sebetulnya siapa saja tanpa kecuali status sosialnya bagaimana, profesinya apa, jenis kelaminnya apa, punya peluang untuk "wushul" kehadirat Ilahi, yaitu tujuan hidup kita yang hakiki.

    Sudah barang tentu untuk mencapainya harus dengan ilmu ...

    Ilmu pun pada dasarnya tidak begitu rumit 


    فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا و لا يشرك بعبادة ربه أحدا (الكهف ١١٠)


    Maka siapa yang mengharap ketemu Tuhannya (wushul) maka seyogyanya dia beramal sholeh dan tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada tuhannya.

    Syaratnya cuma dua:

    Amal sholeh dan tidak mempersyekutukan tuhan.


    Kalau kita renungkan, alangkah sia2nya semua amal kita selama ini karena tidak diterima oleh Alloh swt ....


    انما يتقبل الله من المتقين (المائده ٢٧)

    Alloh hanya akan menerima (amal) dari orang2 yang bertaqwa ...


    التقوى امتثال أوامر الله و اجتناب نواهيه 

    Taqwa: adalah melaksanakan perintah2 Alloh dan menjauhi larangan2nya.


    Secara syariat insya Alloh kita semua sudah bisa melaksanakannya.

    Tapi (maaf) secara haqikat kita harus berfikir ulang, sebab selama ini tanpa kita sadari masih ada kemusyrikan (khofi/ashghor) dalam hati kita.

    Kalau yang jelas/jaliy (patung) tidak mungkin lah, tapi yang khofi/ashghor kita kurang menyadari.

    Ada tiga kemusyrikan 

    Memusyrikan diri, yang lain dan memakai sifat "irodah" Alloh untuk dirinya.

    Dalam bahasa lain merasa punya ini, punya itu dan bisa ini bisa itu.

    Hingga sudah pasti akan muncul sifat ujub, sum'ah, riya, takabbur, pengen dipuji, ...dst

    نعوذ بالله من ذلك ...

    Apalagi kalau merasa sudah jadi ustad, kiai apalagi banyak santrinya.

    Di situ syetan2 baik dari manusia maupun jin berkaloborasi dengan syahwat hawa nafsu kita....apa yang terjadi


    و ما أبرئ نفسى إن النفس لأمارة بالسوء 


    Saya tidak bisa membebaskan diri saya (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kejelekan.


    Sudah semestinya kita harus banyak beristighfar minta ampunan dari kedholiman kita selama ini dan bertobat taubatan nashuha dengan menghilangkan "keakuan diri"

    Kemudian memulai lagi dari awal untuk bisa mencapai zona terusan ayat di atas ..

    الا ما رحم ربى (يوسف ٥٣)

    "Kecuali jiwa yang disayangi oleh Tuhanku"

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tasawuf

    +