Sebagian shufiyah mengatakan
العَارِفُون لا يَرَون لأنْفُسِهِم شَيْأ
و يَشْهَدُون أن الفَاعِلَ هُو اللّٰهُ ..
Orang2 yg sudah makrifatulloh tidak melihat dirinya memiliki sesuatu.
Dan bersaksi sesungguhnya aktor segalanya adalah Alloh.
Berkaitan dengan itu mengatakan:
-Jadilah kamu bagaikan bayi di tangan ibunya
-atau orang mati ditangan orang yang hidup
-bahasa lain: jadilah kamu bagaikan wayang di tangan dalangnya.
Dengan demikian maka mereka itu adalah orang2 yang akan masuk ke sorga tanpa hisab.
Ya apa yang akan dihisab?
Orang tidak punya apa2 dan tidak bisa apa2.
Orang yg akan dihisab itu orang yg merasa dirinya punya ini dan punya itu, bisa ini dan bisa itu.
Tanda2 lain:
َالا انَّ أولِيَاءَ اللّٰهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهٌم
وَ لا هُمْ يَحْزَنُوْنَ (يونس ٤٢)
Ketahuilah sesungguhnya para kekasih Alloh itu tidak takut suatu apa pun dan tidak sedih hati.
Rasa takut (akan datang) untuk berbuat sesuatu, termasuk hawatir dan ragu2.
Rasa sedih (sudah lewat) termasuk menyesal, mengeluh, kecewa, ..dst
Beda dengan kita, selalu dihantui oleh rasa takut dan hawatir, sebagai contoh:
Diajak berdakwah ke luar Jawa takut ini takut itu ..dst
Kalau tdk berjuang dg raga, ya sudah berjuang dg hartanya saja, hawatir hartanya berkurang (timbul perlit).
Kalau hartanya hilang sedih.
Usahanya gagal mengeluh.
Tidak jadi menikah kecewa ...dst.
Kalau kita bisa berkarakter seperti yg tsb di atas berarti kita sudah memiliki sifat2 kewalian, tentu ini butuh proses.


